مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ Arab-Latin Minal-jinnati wan-nāsArtinya Dari golongan jin dan manusia. An-Nas 5 ✵ Kursi »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Mendalam Mengenai Surat An-Nas Ayat 6 Paragraf di atas merupakan Surat An-Nas Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi pelbagai penafsiran dari banyak ulama berkaitan isi surat An-Nas ayat 6, di antaranya seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDari setan-setan jin dan manusia📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram6. Setan itu dari golongan jin juga dari golongan manusia.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah6. Dan aku berlindung kepada Allah dari keburukan jin dan keburukan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam MadinahKemudian Allah menjelaskan bahwa yang membisikkan itu berasal dari dua jenis; jenis manusia dan jenis jin. Dia berfirman 6. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ dari golongan jin dan manusia Setan dari jenis jin membisikkan ke dada manusia, sebagaimana telah dijelaskan; sedangkan setan dari jenis manusia, maka ia membisikkan ke dada manusia dengan menampakkan diri sebagai orang yang menasehati dan mengasihinya, sehingga perkataannya dapat masuk ke dalam hati. Dikatakan bahwa Iblis juga membisikkan godaannya ke dalam dada manusia. Ibnu Abbas berkata tidaklah seseorang dilahirkan melainkan dalam hatinya terdapat setan; jika ia berzikir kepada Allah maka setan itu akan bersembunyi, namun jika ia lalai dari zikir maka ia akan kembali membisikkan.”📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia4-6 1 . Qotadah nerkata Susungguhnya dari golongan manusia ada juga yang menjadi syaithon, maka hendaklah kita memohon perlindungan dari syaitjon manusia dan syaithon jin. 2 . Ibnu Badis berkata dan sebab dari penggunaan kata صدور الناس "dada manusia" sebagai ganti dari kata قلوب الناس "hati manusia" karena hati adalah tempat akal manusia, dan tempatnya iman, dan bisa juga sebagai bentengnya iman, maka bisikan itu tidak dapat menampakkannya, dan tidak pula ia mampu melobanginya. 3 . { الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ , مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ } Allah ta'ala menjelaskan macam-macam dari bisikan, bahwasanya bisikan itu ada yang datang dari jin dan manusia; karena sesungguhnya tanpa disadari manusia selalu menyangka bahwa bisikan buruk itu dari syaithon, tetapi hakikatnya itu dari manusia, bahkan dampaknya bisa menjadi perkara yang lebih berbahaya, maka pantaslah manusia memohon perlindungan dari bisiskan-bisikan itu, karena mereka saling berdekatan tetapi dapat membahayak satu sama lain, dan bahwasanya mereka kepada pintuk kesesatan lebih dekat dan lebih mungkin. 4 . Dalam ayat ini kata "bisikan" digantungkan kepada "dada", yang merupakan tempatnya hati, yaitu tempatnya akal dan ketaqwaan dan kebaikan dan keburukan, maka beruntunglah setiap hamba yang mampu mensucikan hatinya, yaitu dengan dzikir kepada Allah, dan mentadabburi ayat-ayat Nya, juga ikhlas beribadaha hanya kepada-Nya, serta taubat yang senantiasa diperbaharui.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah6. Makhluk yang memberikan kegelisahan itu ada yang berasal dari golongan jin mereka adalah makhluk yang tersembunyi dan tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah SWT. Adapun Setan yang berasal dari golongan jin adalah jin yang jahat. Dia membuat gelisah hati manusia. Makhluk itu juga ada yang berasal dari golongan manusia yang selalu memberi kegelisahan dengan menyampaikan hal buruk. Setan yang berasal dari golongan manusia adalah orang yang memamerkan bahwa dirinya adalah penasehat, kemudian dia menyelipkan dalam perkataannya sesuatu yang buruk. Kata “min” bayaniyyah fungsinya untuk menjelaskan makhluk yang menggelisahkan itu, yaitu sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDari golongan jin dan manusia.”} pembisik itu dari golongan jin dan manusia📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H1-6. Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang merupakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakan keinginan mereka agar melakukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepadaNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah, karena semua makhluk berada di bawah uluhiyah dan kekuasaanNya, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa’ir. Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah berfirman, “Dari jin dan manusia.” Segala puji bagi Allah semata, Rabb semesta alam, secara permulaan, penutup, lahir dan batin. Kita memohon semoga Allah menyempurnakan nikmatNya, memaafkan dosa-dosa kita yang menghalangi kita dari berbagai berkahNya, semoga Allah mengampuni kesalahan dan keinginan hawa nafsu kita yang melenyapkan renungan ayat-ayat Allah dari hati kita. Kita berharap kepadaNya semoga tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya hanya kaum kafir dan orang-orang yang sesatlah yang berputus asa dari rahmat Allah.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSAKegelisahan dan kecemasan yang dirasakan oleh manusia adalah disebabkan oleh syaithon-syaithon jin dan manusia, yakni syaithon-syaithon itu terdiri dari golongan jin yang mereka adalah keturunan iblis dan dari golongan manusia, syaithon manusia. Maka hendaknya setiap orang meminta perlindungan kepada Allah ﷻ dari kejahatan syaithon jin dan syaithon manusia, syaithon-syaithon yang membisikan kejahatan kedalam dada dan hati manusia. Dalam riwayat lain dikatakan bahwasanya syaithon membisikkan kepada jin dan manusia, karena jin juga dibebankan oleh Allah ﷻ untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya, diantara mereka ada yang beriman dan menjalankan perintah Allah ﷻ , dan diantara mereka juga ada yang kafir, juga ada yang fasik, syaithon. Kedua makna dpat dibenarkan, akan tetapi jika ditafsirkan bahwasanya syaithon membisikkan kepada jin, maka makna yang pertama tidak digunakan untuk penafsiran ayat ini, yaitu syaithon dari golongan jin. Tiga surah yang agung ini dan surah Al-fatihah disunnahkan untuk dibaca ketika sesorang melakukan ruqyah untuk mengobati penyakit jin, dan disunnahkan pula dibaca untuk mengobati penyakit 'ain, pada surah Al-Falaq terdapat doa sebagai pelindung dari kejahatan orang-orang yang dengki, dan doa sebagai pelindung dan obat untuk penyakit ain, dan di surah An-Nas terdapat doa sebagai pelindung dari kejahatan bisikan syaithon dan dari kegelisahan yang melalaikan manusia. Oleh karena itu ketika Nabi Muhammad ﷺ ditimba musibah berupa sihir, sihir yang dilakukan oleh seorang yahudi bernama Labid bin Al-A'shom dengan meletakan suatu benda di tempat tertentu, dan dari benda sihir itu berdampak kepada Rasulullah ﷺ , Nabi ﷺ terkena sihir karena sesungguhnya beliu juga manusia yang tertimpa musibah seperti halnya manusia lain, seprti rasa lapar dan sakit, gelisah dan sedih, beliau adalah manusia biasa ﷺ , tatkala Rasulullah ﷺ diketahui terkena sihir dua Malaikat kemudian datang menghampirinya dari langit, dua Malaikat yang diutus oleh Allah - عز وجل - , kedua Malaikat itu membacakan surah Al-Fatihan dan tiga surah ini, dan Rasulullah ﷺ pun sembuh atas izin Allah ﷻ , kemudian kedua Malaikat itu membawa Rasulullah ﷺ ketempat benda sihit tersebut, kemudian Rasulullah ﷺ memusnahkan benda tersebut. Untuk mengobti sihir ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh setiap muslim 1. Dengan ruqyah, dan cara ini adalah yang paling ampuh. 2. Menghilangkan benda yang digunakan penyihir, yaitu dengan cara dibakar atau dimusnahkan. 3. Istigsal atau mandi besar. Tiga hal diatas adalah cara untuk mengobati sihir Bacaan ruqyah dengan Al-Quran , memusnahkan benda sihir, Istigsal Mandi besar , dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda { عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا } Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda “Ain mata jahat itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh kamu diminta untuk mandi maka mandilah. hadist riwayat Muslim .Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 Hمِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ “dari golongan jin dan manusia.” Maknanya Bisikan ini bisa berasal dari jin bisa juga dari anak adam, sedangkan bisikan jin maka ini jelas karena dia mengalir pada anak adam pada aliran darah. Sedangkan bisikan anak ada, maka betapa banyaknya orang-orang yang mendatangi manusia mengajaknya untuk berbuak kejelekkan, mereka menghiasi keburukan itu di dalam hatinya, sampai bisikan itu berdiam di ingatannya lalu ia memikirkannya. Tiga surat terkhir ini al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, apabila Nabi shallallaahu alaihi wa sallam hendak berbaring di tempat tidurnya, beliau meniupkan di telapak tangannya dan mengusap dengannya wajahnya dan anggato tubuhnya yang terjangkau1, dan juga terkadang beliau membacanya saat sholat lima waktu, maka hendaknya kita berusaha mempraktekkan sunnah dalam membacanya sesuai pada tempatnya, sebagaimana datang dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam. Dengan ini, kita menutup juz terakhir dalam al-Quran, yaitu Juz An-Naba, wallaahu a’lam. Wa shallallaahu alaa nabiyyinaa muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin. 1 Dikeluarkan Bukhari 5018 dari hadits Aisyah radhiyallaahu anha. 2 Dikeluarkan Abu Dawud 1523 dari hadits Uqbah Bin Amir radhiyallaahu anhu, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albaniy dalam al-Misykaat 969.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat An-Nas ayat 6 Allah menjelaskan bahwa bisikan, banyak yang bersumber dari jin, dan terkadang dari manusia. Dan setan memiliki gaya bahasa yang menakjubkan dalam membisikkan, terkadang datang dengan membisikkan angan-angan atas sesuatu, terkadang datang dengan seolah-olah menasihati / menjadi penasihat. Dan setan akan mendekati manusia dengan segala jalan yang mengantarkannya kepada keberhasilan atas apa yang ia bisikkan. Maka kami berlindung kepada Allah darinya dan dari segala keburukan / pembawa keburukan.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, jahat yang biasanya sumbernya dari jin, bisa juga dari manusia yang telah menjadi walinya. Selesai tafsir surah An Naas dengan pertolongan Allah, taufiq-Nya dan kemudahan-Nya, wal hamdulillahilladzii bini’matihii tatimmush shaalihaat. Kami berharap kepada Allah agar Dia tidak menghalangi kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan yang ada pada diri kami, karena tidak ada yang berputus asa dari rahmat-Nya kecuali orang-orang yang zalim, dan semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya dan para sahabatnya dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nas Ayat 64-6. Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya, yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus. Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah sekumpulan penafsiran dari beragam mufassirun mengenai isi dan arti surat An-Nas ayat 6 arab-latin dan artinya, moga-moga berfaidah bagi kita bersama. Sokong usaha kami dengan mencantumkan backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Link Paling Sering Dibaca Kami memiliki ratusan materi yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat Al-Baqarah 216, Ali Imran 191, Al-Fatihah 2, Al-Baqarah 284-286, Luqman 13-14, Yasin 40. Juga Al-A’raf, Ali Imran 104, Yunus 41, Al-Fatihah 1, Assalaamualaikum, Al-Fatihah 7. Al-Baqarah 216Ali Imran 191Al-Fatihah 2Al-Baqarah 284-286Luqman 13-14Yasin 40Al-A’rafAli Imran 104Yunus 41Al-Fatihah 1AssalaamualaikumAl-Fatihah 7 Pencarian al baqarah ayat 30 dan artinya, yuridullahu bikumul yusra ayat, al anam 32, surat al baqarah ayat 115, quran surah ar ra'd ayat 11 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
SuratAn-Nas Ayat 1. Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali dan berlindung kepada-Nya dalam mencegah kejahatan yang besar, yang tidak terlihat oleh kebanyakan manusia. adalah sebuah search engine khusus tafsir Al-Quran yang memudahkan umat islam mencari dan memahami tafsir ayat-ayat Al
Tafsir Surat An-Nas Ayat 1. Foto Membaca Alquran ilustrasi JAKARTA - قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ Tafsir Ringkas KemenagWahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia. Tafsir KemenagDalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya. Sumber sumber Quran Kemenag /
Dalambahasa Arab, arti kata An Nas adalah manusia. Dalam surat An Nas ayat 1 sampai 6, terkandung pula doa memohon perlindungan kepada Allah Swt. Rasulullah Saw. pun bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Imam Tirmidzi, "Allah telah menurunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak ada bandingannya: Qul a 'uudzu bi rabbian-nas dan Qul a
The Disbelievers ask for the Punishment to be delivered now!Allah said,وَيَسْتَعْجِلُونَكَThey ask you to hasten, in reference to the disbelievers,بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِthe evil before the good, meaning, the punishment. Allah said in other Ayat that they said,وَقَالُواْ يأَيُّهَا الَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ - لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَـئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّـدِقِينَ - مَا نُنَزِّلُ الْمَلَـئِكَةَ إِلاَّ بِالحَقِّ وَمَا كَانُواْ إِذًا مُّنظَرِينَ And they say "O you to whom the Dhikr the Qur'an has been sent down! Verily, you are a mad man! Why do you not bring angels to us if you are of the truthful" We send not the angels down except with the truth for torment, and in that case, they the disbelieves would have no respite!156-8, and two Ayat;وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِAnd they ask you to hasten on the torment!2953-54 Allah also said,سَأَلَ سَآئِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ A questioner asked concerning a torment about to befall. 701,يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِهَا وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّThose who believe not therein seek to hasten it, while those who believe are fearful of it, and know that it is the very truth.4218, and,وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَاThey say "Our Lord! Hasten to us Qittana.3816, meaning, our due torment and reckoning. Allah said that they also supplicated,وَإِذْ قَالُواْ اللَّهُمَّ إِن كَانَ هَـذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِندِكَAnd remember when they said "O Allah! If this the Qur'an is indeed the truth from You.832 They were such rebellious, stubborn disbelievers that they asked the Messenger to bring them Allah's torment. Allah replied,وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ الْمَثُلَـتُwhile exemplary punishments have indeed occurred before them. Meaning, `We have exerted Our punishment on the previous disbelieving nations, and made them a lesson and example for those who might take heed from their destruction.' If it was not for His forbearance and forgiveness, Allah would have indeed punished them sooner. Allah said in another Ayah,وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُواْ مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِن دَآبَّةٍAnd if Allah were to punish men for that which they earned, He would not leave a moving creature on the surface of the earth.3545 Allah said in this honorable Ayah,وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَى ظُلْمِهِمْBut verily, your Lord is full of forgiveness for mankind in spite of their wrongdoing. He is full of forgiveness, pardoning and covering the mistakes of people, in spite of their wrongdoing and the errors committed night and day. Allah next reminds that His punishment is severe, so that fear and hope are both addressed and mentioned. Allah said in other Ayat,فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَسِعَةٍ وَلاَ يُرَدُّ بَأْسُهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ If they belie you, say "Your Lord is the Owner of vast mercy, and never will His wrath be turned back from the people who are criminals."6147إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌVerily, your Lord is quick in retribution and certainly He is Oft-Forgiving, Most Merciful.7167, and,نَبِّىءْ عِبَادِى أَنِّى أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ - وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ الْعَذَابُ الاٌّلِيمُ Declare unto My servants that truly I am the Oft-Forgiving, the Most Merciful. And that My torment is indeed the most painful torment.1549-50 There are many other Ayat that mention both fear and الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلا أُنزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِّن رَّبِّهِ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ
cIcmru3.